Notes | Workshop

Freelancer tapi Boros? Berikut 5 Tips Efektif Mengelola Penghasilan

September 13, 2018

Mengelola penghasilan merupakan salah momok terberat bagi saya. Mungkin teman-teman juga mengalami hal yang sama. Menjadi freelancer penari Bali dan guru les privat sebenarnya bisa saja menghasilkan uang yang cukup, bahkan bisa untuk ditabung, seharusnya. Namun, entah kenapa setelah saya kilas balik beberapa bulan belakangan uang di rekening yang saya punya ternyata sama saja ketika menjadi freelancer atau gabut di kamar, sama sama melarat di akhir bulan, heuheu. Nah sampai suatu ketika, salah satu teman saya, Dama Vara, memposting poster ISB yang materinya pas banget dengan keperluan saya saat ini. Spontan saja saya langsung menyambangin fans page ISB dan mendaftar sambil komat kamit biar kuota belum penuh. Lucky me, saya terpilih menjadi salah satu peserta workshop.

Ini pertama kalinya saya mengikuti workshop bersama Indonesian Social Blogpreneur (ISB). Kesan pertama yang cukup baik dan membuat saya bergumam dalam diri, next time harus rajin ikut nih. Nah, materi β€œMengelola Keuangan untuk Freelancer” dibawakan dengan apik oleh Teh Lisnawanti Pertiwi. Setiap kata yang disampaikan Teh Lisna selalu membuat saya berefleksi diri, ternyata selama ini saya boros. Kadang kita ga sadar membeli produk yang sebenarnya tidak terlalu kita perlukan, makanya harus mencatat dengan detail cash flow uang kita, susah sih di awal, tapi kata Teh Lisa kalo kita udah kebiasaan mencatatat itu akan memberi perubahan besar terhadap diri kita.

Hal yang harus menjadi perhatian adalah membuat tujuan keuangan. Terkadang, kalau enggak ada tujuan akan susah buat kita termotivasi untuk menabung dan cenderung menghabiskan uang yang masih tersisa di tabungan. Motivasi bisa berupa: pendidikan, dana pensiun, biaya nikah, biaya lahiran, beli mobil, ibadah, membangun rumah, buka usaha, biaya lamaran, beli motor, dan membangun toko. Saat workshop kemarin Teh Lisa juga mempersilahkan para blogger untuk menulis di secarik kertas dan disarankan untuk menaruhnya di tempat yang sering kita lihat. Saya pun telah mencobanya, semoga kali ini saya lebih termotivasi untuk menabung.

Motivasi (Dok. Pri)

Kalau sudah ada tujuan, selanjutnya untuk mengatur keuangan perhatikan beberapa tips berikut.

  1. Kenali kebutuhan dan keinginan

Seringkali kita memenuhi hasrat untuk membeli sesuatu padahal sama sekali tidak diperlukan. Kebutuhan harus dipenuhi dan keinginan tidak harus dipenuhi.

 

  1. Hitung berapa penghasilan dan buatlah pos keuangan

Idealnya, pos keuangan adalah

  • Zakat, sedekah, infak 5%
  • Cicilan utang 30%
  • Dana darurat 10%
  • Biaya hidup 30 %
  • Gaya hidup 10%
  • Investasi 15%

 

  1. Buatlah catatan arus kas

Arus kas bisa memberi tahu sebenarnya kondisi keuangan kita baik-baik saja atau sebaliknya dalam suatu periode.

Nah berikut template untuk pencatatan yang bisa ditiru ya teman-teman

 

cash flow template (Dok. Pribadi)

 

  1. Konsisten menabung

Jangan hanya mengandalkan sisa uang hari ini dan ditabung, ada baiknya konsisten dalam menabung, 10.000 perhari misalnya

 

  1. Tidak belanja berlebihan dan bisa menahan segala godaan

Nah ini nih yang harus saya pelajari lebih lanjut, sering kali tanpa sadar ngeliat diskon dikit udah melipir ke toko, atau beli baju karena merasa ga punya baju yang pas buat ngampus, padahal mah baju udah satu lemari.

Contoh lainnya adalah godaan beli gadget padahal masih bagus,

Godaan beli kosmetik padahal endorsan masih banyak

Godaan nongkrong

 

 

Nah itu dia 5 tips yang bisa jadi panduan kamu dalam mengelola keuangan

β€œmemiliki niat yang kuat dan disiplin adalah kunci dalam mengatur keuangan”

 

 

 

 

  1. Nha iya, freelancer itu kdng penyakitnya boros, apalagi kalau nurutin biaya hidup. Itu sebabnya pembukuannya harus lbh rapi. Trus menurutku jg kudu punya dana darurat yg beda ma tabungan ya mbak. Soalnya kan gak ada kantor yg kasi asuransi…

  2. Nah untuk bisa konsisten menabung tih ya mba yang harus kita selalu lakukan. Biar nggak boros dan keuangan tetap terjaga. Intinya jangan sampai tekor

  3. Setuju, Teh.
    Memang harus mementingkan kebutuhan dibandingkan dengan keinginan. Karena yang namaya keinginan itu pasti setiap manusia ada dan banyak tentunya.

    Sebagai anak kost.he
    Saya punya catatan gitu juga, Teh.
    Terlebih pengeluaran setiap harinya. πŸ˜€

  4. Nah lho, gaya hidup hanya 10% ya tapi apa yang kita terima bisa menjebak kita menghabiskan uang yang lebih besar untuk gaya hidup. Noted for my self nih. Makasih sharing-nya.

  5. oh mb Lis pembicaranya keren banget baru jg mampir ke blognya ttg kelola keuangan jadi banyak tahu aku nih apalagi kalau nanti mutusin freelance smg aku bisa konsisten nabung dan ga belanja kelebihan hahaha

  6. Benar sekali, terkadang sulit untuk menahan membeli sesuatu yang hanya sekedar keinginan bukan keperluan. Belum lagi kalau udah nongkrong bareng teman kalo keseringan emang bikin keuangan terganggu karena pengeluarannya yang ga tentu.

  7. Jadi freelancer itu memang benar-benar harus bisa ngatur keuangan deh
    Karena khan penghasilannya gak rutin setiap bulan dalam jumlah yang sama
    Makasi tips2 kecenya ya

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: