Traveling

Daya Tarik Objek Wisata Hutan Bakau/Mangrove Bali

Desember 21, 2017
Hutan Bakau Mangrove Bali

Anda yang sedang datang ke Bali, perlu memasukkan Objek Wisata Hutan Bakau/Mangrove ke dalam list kunjungan. Sesuai namanya, tanaman mangrove menjadi objek wisata di tempat ini. Ekowista Mangrove Wanasari memiliki luas hutan mencapati 1373.5 Ha. Menurut berbagai sumber, pengelolaan hutan mengrove merupakan kerja sama antara Menteri Kehutanan Republik Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA). Berdirinya Pusat Informasi Mangrove pada tahun 2001 merupakan hasil dari kerjasama itu.
For those of you who are coming to Bali, Mangrove Sites need to put into your bucket list. As the name implies, mangroves became a tourist attraction in this place. Ekowista Mangrove Wanasari reached 1373.5 hectares. According to various sources, the management of mangrove forest is a collaboration between the Ministry of Forestry Republic of Indonesia and the Japan International Cooperation Agency (JICA). The establishment of Mangrove Information Center in 2001 is the result of cooperation

Pada tahun 2009, pemerintah membuka hutan mangrove sebagai kawasan wisata dengan membangun jembatan kayu sepanjang 2 km yang mengelilingi kawasan hutan. Memasuki kawasan ini, anda akan disambut dengan mangrove dan akar-akar khasnya di sepanjang jalan. Tak hanya itu, kicauan burung pun turut mendamaikan suasana hati ketika datang kemari. Nah, ada yang unik disini yaitu kepiting dengan capitnya yang besar atau disebut ocypodid crabs sebelah looh. Di tempat ini juga disediakan tower untuk melihat kawasan hutan mangrove dari ketinggian.
In 2009, the government opened the mangrove forest as tourism area by building a wooden bridge along the 2 km surrounding forest area. Entering this area, you will be greeted with mangrove and its unique roots along the way. Not only that, the birds singing also helped reconcile the mood when coming here. Well, there are unique here is the crab with just one large claws or known as ocypodid crab. This place also provided a tower to see the mangrove forest from a height. 

Tempat ini pun bisa menjadi spot foto yang instagramable. Tapi kalau sudah weekend jangan tanya banyaknya pengunjung seperti apa. Harga tiket masuk cukup terjangkau yaitu Rp 10.000/orang untuk domestic. Nampaknya beberapa fasilitas harus segera diperbaiki seperti jalanan yang mulai jebol dan pegangan disisi jalan yang mulai hilang.​ Kawasan wisata ini buka mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WITA
This place can be a Instagram-able photo spot. But when it’s the weekend, do not ask how many visitors come to this place. The entrance fee is quite affordable which Rp 10,000 / person for domestic. It seems some of the facilities must be repaired immediately as roads began to broken and the handle side of the road began to disappear. This tourist area is open from 08.00 until 18.00 pm

Lokasi? Location?

Jika kalian familiar dengan Mall Bali Galeria, tempat ini tidak jauh dari mall itu. Kawasan Hutan Mangrove terletak di Ekowisata Mangrove Wanasari, Tuban, Badung, Propinsi Bali. Tidak jauh dari bandara. 
 If you are familiar with the Mall Bali Galeria, this place is not far from the mall. Mangrove Forest Area is located in Ecotourism Mangrove Wanasari, Tuban, Badung, Bali Province. Not too far from the airport.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: