Traveling

Menyeruak Keindahan Gunung Papandayan

Desember 21, 2017
Tegal Alun Gunung Papandayan

Keindahan pesona alam Gunung Papandayan tentunya tidak diragukan lagi. Gunung Papandayan ini mampu memikat siapapun yang pernah mengunjunginya ataupun orang-orang yang melihat dari foto. Gunung dengan ketinggian 2.622 mdpl memiliki trek yang tidak terlalu curam, sehingga sangat cocok bagi pendaki pemula, apalagi dengan pesona keindahan disepanjang perjalanan, lelah pun tak terasa. Walaupun treknya mudah, bukan berarti peralatan pendukung menjadi abal-abal, plus jangan lupa membawa masker, bau belerang disini cukup menyengat.

Perjalanan ke Gunung Papandayan

Perjalanan saya kali ini dimulai dari Pancoran, ya tempat kumpul kami. Dari Pancoran, kami bertolak menuju Terminal Primajasa yang terletak di BKN. Beruntungnya, sampai di terminal pukul 05.00 sore, sudah ada bus yang langsung di berangkatkan dari Jakarta menuju Terminal Guntur. Tepat jam 10.00 malam, kami sampai di terminal Guntur. Berhubung hari sudah malam, akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di masjid seberang terminal, Masjid Jamie Al Mubarok.

Esok harinya (5/11), setelah sarapan sekitar pukul 06.00 kami berangkat dari Terminal Guntur menggunakan angkot berwarna biru putih sampai pertigaan Cisurupan.  Kurang lebih perjalanan 30 km ditempuh dalam waktu 45 menit. Sampai di pertigaan kami pun naik pick up sampai ke parkiran Papandayan. Sampailah kita pukul 07.30.

Kali ini, menurut penuturan warga sekitar, tiket masuk ke Papandayan jauh lebih mahal dari sebelum-sebelumnya. Untuk tiket masuknya saja kita harus membayar 30k/orang dan untuk ngecamp ditambah lagi 35k/orang. Setelah leha-leha melepas penat, setoran ke toilet terdekat, mulailah kita mendaki pada pukul 08.30.

Pukul 10.00 rombongan kami sampai di Pondok Saladah. Setelah mendapatkan tempat yang pas untuk membangun tenda, kami pun mulai membongkar muatan, membangun tenda, dan menentukan waktu yang pas untuk melanjutkan pendakian.

Pukul 1.30 pm kami memulai pendakian, melewati jalan setapak, melompati aliran air, dan terpukau akan indahnya Hutan Mati.

Pukul 2.30 pm kami sampai diatas jurang, pemandangan pun masih sama, cantik. Sayangnya

Pukul 2.45 pm kami sadar salah jalur, akhirnya setelah mutar jalan, pergi kesana kesini, kami bertemu rombongan lain yang membantu menunjukkan jalan. Akhirnya

​Pukul 3.05 pm sampailah kami di Tegal Alun

 

Aktivitas di Gunung Papandayan

Sepertinya saat itu cuaca sedang tidak mendukung, kabut tebal mulai menghampiri. Kami pun mengurungkan niat untuk melanjutkan ke puncak papandayan. Alhasil, foto-foto dan bercerita menjadi hiburan kami saat itu. Setelah puas menikmati indahnya hamparan edelweiss di Tegal Alun, pukul 3.45 kami kembali ke camp. Sejam setelah itu, kita sampai di camp, pukul 4.45. FYI, pengunjung harus kembali dair pendakian sebelum jam 5 sore.

Bersyukur hujan baru turun setelah sampai kami sampai camp. Beberapa dari kami langsung istirahat, ada juga yang menyiapkan peralatan masak, mengambil air dan membersihkan diri. Oiya, fasilitas di Papandayan cukup lengkap loo, kalian tidak perlu takut untuk kekurangan air disini. Air melimpah! Tapi ingat untuk menjaga kebersihan. Tak hanya itu, disinipun ada toilet, jadi tidak usah menahan-nahan diri, hhhi.

Bermalam di Papandayan, kalian juga bisa berkesempatan melihat babi hutan secara langsung di tengah malam. Makanya, orang disini melarang kita untuk keluyuran di tengah malam. Semalam sudah menginap di tanah Garut. Karena mempunyai cukup waktu, kami kembali ke Hutan Mati untuk sekadar melihat keindahan pemandangan disini dan mengambil beberapa foto. Pemandangan yang memikat hati. Yuk mengeksplorasi negeri.

Nah, buat kalian yang bingung mau naik apa dari terminal, ada kontaknya juga loo. Namanya Pak Yodi, langsung kontak aja di 0813-2125-5763. Boleh bilang nama saya untuk rekomendasi. Pak Yodi lumayan baik dalam urusan harga angkutan, bahkan ia tak segan membantu kami untuk melobi angkot.

Anggaran transportasi perorang pp Jakarta – Gunung Papandayan.

Anggaran ke Gunung Papandayan

 

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: